Bupati Tak Pilih PSBB Atau Lockdown Meski Bangkalan Sedang Diamuk COVID-19

  • Whatsapp
banner 468x60
179Dibaca
Bangkalan –  tribunnow.com | Kasus COVID-19 di Bangkalan sedang menggila dalam 9 hari terakhir. Tercatat ada penambahan 555 kasus baru diBangkalan.

Bupati Bangkalan R Abdul Latief Imron mengatakan, pihaknya tidak mengambil opsi PSBB atau lockdown. Ia lebih memilih karantina tingkat desa.

“Tadi telah disampaikan, kemarin malam juga rakor dengan bapak Pangdam dan Bapak Kapolda. Nantinya ada penyekatan, pengetatan di masing-masing desa yang menjadi episentrum penyebaran awal. Istilahnya, pengetatan secara berkala,” ujar Latief di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Selasa (15/6/2021).

Latief yakin, cara tersebut ampuh untuk menekan penyebaran COVID-19 di Bangkalan. Ia juga meminta warga Bangkalan agar disiplin protokol kesehatan. “Harapan ini bisa meminimalisir, melandaikan angka COVID-19 ini. Dan kepda masyatakat, acara silaturahmi yang dihadiri Menkopolhukam, Pak Mahfud Md ini harapannya bisa mengikuti anjuran prokes, diterapkan secata disiplin. Diundang tokoh ulama, agar disampaikan ke para santri, alumni, semua untuk menerapkan prokes disiplin ini vaksin utama,” tegasnya.

Meski sejumlah pakar menyarankan PSBB, atau lockdown, Latief optimis, pengetatan secara masif di desa yang menjadi episentrum, mampu menekan angka COVID-19.

“Opsi pengetatan secara masif di kecamatan yang menjadi episentrum. Rakor semalam, masing-masing desa harus diketatkan, agar pengawasan terjaga betul, mobilisasi masyarakat bisa terpantau,” tandasnya. Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD melakukan silaturahmi dengan tokoh agama di Bangkalan. Dalam pertemuan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat Bangkalan, Mahfud menegaskan, tujuan silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa COVID-19 ada dan nyata.

“Melakukan silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa COVID-19 ada, hal yang mengancam manusia, mengancam rakyat, kita semua harus dihadapi. Saya terima kasih kepada para ulama di Bangkalan, tokoh di Bangkalan, yang telah berkumpul di sini untuk membangun pengertian bersama,” ujar Mahfud.

Hingga Selasa (15/6), kasus aktif COVID-19di Bangkalan sebanyak 539 kasus. Bangkalan menjadi daerah dengan kasus aktif terbanyak di Jatim) ( net)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *