Kamis, Juni 30, 2022
27.8 C
Banyuwangi

Salah Paham antara pekerja dan Sinder PTP 12 Nusantara.

Tribun Now.com-|Banyuwangi Kesalah pahaman antara Pekerja Perkebunan Tebu kepada SINDER PTP 12 Nusantara di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Glemor. Kabupaten banyuwangi. terkait BHR (bantuan hari raya)(3/6/22).

Ramainya tentang masalah Bantuan hari raya (BHR) diperkebunan PTP 12 Nusantara Di Desa Sido Mulyo, jadi perbincangan warga setempat, Terutama pekerja atau buruh mulai dari yang tanam sampai yang tebang Tebu borongan dengan Sindernya, Isunya sinder inisial Dk tersebut memotong atau mengurangi Uang BHR pada buruh pekerjanya, padahal Berita itu tidak benar atau hanya isu, Masalahnya warga buruh tebang borongan tidak ada tindakan demo kepada Sinder Tebu terkait BHR, pekerja atau buruh tenang-tenang saja dan tidak Ada permasalahan.

Sedangkan dari warga sekitaran mengatakan,” bahwa Sinder tebu orangnya baik hati, dan berjiwa Sosial, kepada buruh kerjanya sangat baik, kenapa kok sampai diberitakan memotong BHR buruh, disisi lain waktu warga atau buruh tidak ada kerjaan di perkebunan tebu, Sinder sampai mengusahakan atau mencarikan pekerjaan Di luar untuk buruh tebangnya, dan kami tidak pernah membicarakan atau mengeluh, tentang BHR yang di berikan sinder kepada kita,” ujar warga.

Disisi lain,Waktu dikonfirmasi media Sinder PTP 12 Nusantara mengatakan,” Saya tidak pernah memotong, dan mengurangi hak buruh terkait BHR, tujuannya, saya tidak mau jatah atau bonus (BHR) buruh berbeda, biarpun bekerja baru 15 Hari, 20 hari dan 45 hari pekerjaan tetap saya samakan, agar tidak terjadi kecemburuan sosial sesama pekerja buruh jadi biar sama-sama merasakan, Tapi kenapa kok saya masih di salahkan, padahal terkait pembagian BHR saya ratakan, dan tidak membeda bedakan jatah BHR pada Buruh saya, barang kali ada sikap atau tutur kata saya yang salah, saya selaku sebagai Sinder tebu PTP 12 nusantara, Minta maaf, kepada semua buruh pekerja saya.” Pungkasnya.

(tim)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img