Sabtu, Agustus 13, 2022
24.2 C
Banyuwangi

Peternakan Babi Di Dusun Blibis Di Protes Warga

Tribun Now -| BANYUWANGI. Keberadaan kandang ternak babi di Dusun Blibis, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan keluhan dari beberapa warga sekitar akhirnya dimediasikan di balai desa setempat, Kamis (04/08/2022).

Pada acara mediasi hadir diantaranya perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Desa Patoman.

Dalam sambutannya Kepala Desa Patoman Suwito untuk acara mediasi dengan masyarakat inginkan solusi atau kebijakan bersama.

“Saya sebagai pemerintah desa memberikan fasilitas untuk membahas tentang adanya peternakan babi diwilayahnya, harapan kami ada solusi terbaik bersama masyarakat,” ujarnya.

“Alhamdulillah semua pihak hadir antara pengusaha dengan masyarakat sehingga usulan – usulan langsung didengarkan secara terbuka,” imbuhnya.

Arif selaku pengusaha ternak babi saat di wawancarai mengatakan bahwa perijinan usahanya sudah lengkap. Tetapi, saya berkeinginan untuk mendatangkan pihak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinas pertenakan banyuwangi untuk melakukan uji kelayakan.Selain itu, saat uji kelayakan saya juga akan hadirkan juga masyarakat dan Pemdes untuk menyaksikan hasil uji kelayakan tempat usaha pertenakan babi milik saya ini. Agar kami sebagai pengusaha mendapat pembinaan dari dinas terkait tentang regulasi yang sudah di tetapkan.hal semacam ini memang sangat baik sekali agar dampak yang di timbulkan nantinya sudah bisa terdeteksi dari awal.katanya

Saat di tanya berapa ternak babinya, Arif menjelaskan bahwa sekarang ini masih 50 ekor babi masih dalam tahap pembesaran selama tiga bulan.jelasnya kepada awak media

Sementara itu, warga yang di wawancarai Edi Susanto RT 02.RW 02. mengatakan bahwa dirinya bersama warga menolak adanya peternakan babi di dusun Blibis.

“Saya mewakili warga tetap berkeinginan untuk menolak keberadaan kandang hewan ternak babi di dusun Blibis, apalagi saya sebagai tokoh agama di wilayah sini,” kata Edi di hadapan awak media.

Sisi lain, warga RT 03.RW 02.Yanuar Menyayangkan adanya kegiatan usaha ternak babi yang menurut ia masih belum ada legalitas / perijinan usaha tersebut.

“Seharusnya perijinannya dulu di urus baru melakukan kegiatan usahanya, tapi karena ini sudah terlanjur kami warga memberikan kebijakan agar segera di lengkapi legalitasnya, selama itu belum ada jangan ada penambahan populasi lagi,” tegasnya.

(tim)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img